Gusi adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan berkaitan dengan kesehatan rongga mulut. Ketika jaringan gusi ini membengkak, tubuh sebenarnya sedang memberikan sinyal pertahanan. Pada kondisi yang ringan, gusi bengkak mungkin hanya reaksi sesaat akibat makanan yang terselip atau iritasi yang biasa. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, peradangan tersebut dapat bereskalasi menjadi masalah serius bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Mengenali batas antara iritasi biasa dan kondisi klinis yang berbahaya adalah kunci utama untuk mencegah kerusakan jaringan yang permanen. Lantas kapan gusi bengkak perlu di periksa ke dokter? Opal disini akan membahas secara lengkap.
Ciri Ciri Gusi Bengkak Berbahaya yang Membutuhkan Perlu Diperiksakan
Jika gusi bengkak yang kamu alami disertai salah satu dari ciri-ciri klinis berikut, ini menandakan bahwa infeksi telah menembus lapisan dalam dan membutuhkan penanganan medis profesional secara langsung:
- Pertama, munculnya benjolan berisi nanah atau abses periodontal. Munculnya titik putih, kuning, atau benjolan lunak yang berada di area gusi bengkak menandakan pembentukan nanah. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha melawan kumpulan bakteri tertutup di bawah jaringan gusi. Abses yang tidak dikeluarkan secara steril oleh dokter gigi dapat pecah ke dalam rongga mulut atau bahkan menyebar ke celah jaringan leher dan tulang rahang.
- Kedua, pembengkakan yang menyebar hingga ke area wajah atau leher. Jika pembengkakan gusi mulai membuat pipi terlihat menonjol, kelopak mata bawah tertekan, atau muncul benjolan keras di bawah rahang dan leher, infeksi telah keluar dari batas rongga mulut. Ini merupakan fase perkembangan infeksi yang sangat cepat dan berpotensi menyumbat jalan napas atau menjangkau pembuluh darah utama.
- Ketiga, gusi merosot dan gigi mulai bergoyang secara bertahap. Kondisi ini ditandai dengan jaringan gusi yang tidak lagi menempel pada leher gigi dengan erat, melainkan tampak merosot hingga akar gigi terlihat dan gusi terasa sakit saat disentuh. Keadaan ini mengindikasikan bahwa bakteri telah merusak ligamen penyangga dan mengikis tulang alveolar. Tanpa pembersihan kantung gusi oleh dokter, gigi dapat tanggal secara tiba-tiba.
- Keempat, munculnya reaksi terhadap tubuh seperti demam tinggi, kesulitan membuka mulut, dan rasa sakit saat menelan. Ketika gusi bengkak disertai dengan demam di atas 38 derajat Celsius, susah membuka mulut lebar-lebar, atau rasa tercekik saat menelan ludah, status peradangan telah beralih dari sekadar masalah yang ringan menjadi reaksi peradangan sistemik yang berat.
- Kelima, terjadinya luka terbuka yang disertai bau mulut sangat tajam. Bila puncak gusi yang bengkak tampak tertutup lapisan abu-abu kekuningan yang mudah berdarah, mengelupas, serta memancarkan aroma mulut yang sangat khas dan tidak sedap, ini merupakan gejala kematian jaringan gusi secara cepat akibat ketidakseimbangan bakteri yang dapat berkembangbiak secara cepat.
Gambaran Tindakan yang Akan Dilakukan Dokter Gigi
Saat kamu memeriksakan gusi bengkak yang sudah masuk kategori kritis, dokter gigi akan melakukan tindakan medis terukur sesuai penyebab dasarnya. Dokter dapat melakukan prosedur diantaranya adalah:
- Pembersihan karang gigi hingga ke bawah garis gusi untuk membuang pemicu utama peradangan
- Melakukan pembuangan cairan nanah secara steril untuk meredakan tekanan dan rasa nyeri yang hebat.
Jika peradangan telah membentuk kantung gusi yang dalam, dokter akan merapikan permukaan akar gigi serta membersihkan jaringan mati agar gusi dapat melekat kembali dengan sehat. Selain tindakan fisik, terapi antimikroba atau antibiotik berspektrum khusus juga akan diberikan untuk membasmi sisa invasi bakteri.
Sambil menunggu jadwal dokter gigi pemeriksaan, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan awal untuk menghambat perburukan infeksi. Berkumurlah secara lembut menggunakan air garam hangat untuk menciptakan lingkungan yang menghambat perkembangbiakan bakteri.
Sangat penting untuk tidak pernah menusuk benjolan gusi sendiri menggunakan alat apa pun, serta menghindari penempelan obat gerusan atau bahan kimia langsung pada gusi karena dapat memicu luka bakar kimiawi yang memperparah kerusakan jaringan.
Alangkah baiknya untuk melakukan konsultasi via online dengan dokter gigi yang bertugas di Klinik Opal Dental.